Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan kemungkinan krisis kepercayaan, dan bahkan "runtuh" nya dolar AS jika nilainya terhadap mata uang lainnya terus menurun.

"Akibatnya, kerugian lebih jauh dari nilai buku dari kepemilikan cadangan asing ini bisa memicu krisis kepercayaan terhadap mata uang cadangan (doalr AS), yang akan menempatkan seluruh sistem keuangan global pada ancaman," lanjut laporan itu. Laporan setebal 17 halaman menyebutkan "masih kuat risiko runtuhnya dolar Amerika Serikat."
Rob Vos, seorang ekonom senior PBB yang terlibat dengan laporan tersebut, mengatakan jika pasar negara berkembang "mulai menjual dolar besar-besaran, maka anda dapat memiliki risiko terjatuh dalam dolar".
"Kami tidak mengatakan keruntuhannya sudah dekat, tetapi faktor lebih lanjut yang membawa kita lebih cepat sampai ke tahap itu jika hal-hal lain tidak mengalami perbaikan dengan cepat - seperti risiko AS tidak mampu memenuhi kewajibannya , " katanya kepada Reuters.
Ekonom PBB untuk beberapa waktu mempertanyakan apakah dolar harus terus dipertahankan sebagai cadangan mata uang tunggal dunia. Yang lain telah menyatakan kekhawatiran tentang keuangan AS. Pada tanggal 18 April lalu Standard & Poor's telah mengancam untuk menurunkan peringkat Amerika Serikat dari kredit AAA, kecuali pemerintahan Obama dan Kongres menemukan cara untuk memangkas defisit anggaran federal dalam waktu dua tahun ke depan
Penurunan peringkat AS akan mengikis status Amerika Serikat sebagai perekonomian dunia yang paling kuat dan menghentikan peran dollar sebagai mata uang global yang dominan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar